Coffee


Banjur. Jangan. Banjur. Jangan.

Daripada dimarahi sama Papa? Ya sudahlah mendingan jangan. Lagipula mana ada seorang adik—terlebih lagi kembarannya—yang tega melakukan itu pada kakaknya sendiri, ya kan? Tidak ada kan ya? Begitupun dengan Veronica. Harusnya kan menjadi seorang adik yang baik bagi kakaknya. Wakakaka.

Manik cokelat pekatnya mulai sedikit membelalak. Axel sepertinya hampir mau terbangun, tapi seperti tidak mau karena dari tadi kerjaannya menggeleng-gelengkan kepalanya. Hmm.. Mungkin Axel sedang mimpi indah terus karena pipinya ditepuk-tepuk terus oleh Veronica sehingga mengganggu kali ya. Beruntung loh hari ini Veronica tidak mencubit pipinya seperti yang biasa ia lakukan di rumah. Terbayang kalau dia mencubit pipinya dengan gemas. Bisa-bisa Axel ngamuk parah kemudian mogok bicara dengannya selama beberapa lama—tidak akan tahan sampai beberapa hari kok, sumpah. Memang pernah sih waktu dulu Veronica ngambek sampai berapa lama hingga tidak menganggu Axel lagi. Tapi yaa..

Sekarang sudah lain ceritanya. Tiada hari tanpa mengisengi Axel yang sedang tertidur di siang hari. Wuakakaka.

Eh, tetapi kalau misalkan Axel juga melakukan hal yang sama pada malam hari padanya bagaimana hayo? Tidak tahu ah.

(hampir menyenggol botol minumannya—hampir terjatuh, tepatnya)

MULAI BANGUN. Axel mulai bangun. Veronica ikutan terkaget melihat kakaknya mulai membuka kelopak matanya. Hah, benar kan Veronica pasti mengganggu mimpi indahnya Axel. Tapi ya mau bagaimana lagi? Ini kan jalanan—aneh kan kalau Axel tidur di tempat seperti ini? “Kenapa?” dan permukaan tangan yang tertutupi oleh sarung tangan putih itu mulai menyentuh puncak kepalanya. Ah, Axel selalu saja seperti ini kalau dibangunkan seperti ini. Masih mending sih, daripada disinisin olehnya. “Dicariin dari tadi, tahu!” dan Veronica langsung memasang tampang ngambek-setengah-mampus dan tiba-tiba mulai merubah lagi mimik mukanya karena..

Kucing.

KUCING! GYAAAAAH—HUP! (menangkap kucingnya, memandang pemiliknya)

“Kucingnya lucu~ Punyamu?”

Dan sejak kapan Veronica lancar berbahasa Rusia?

Labels: ,