Pemesanan Kamar 1991


”Tahu perjanjian kita, manis?”

“Mmm.” (mengangguk cepat sambil nyengir lebar) ”Jangan keceplosan memanggil Seung Woo-oppa dengan nama Axel dan jangan ganggu Seung Woo-oppa kalau tidur lagi, ya kan, Mama?”

“Sip.” (handtossing)




Nothing to do. Hampir. (menyeruput susu coklat)

Lagi-lagi untuk kesekian kalinya Veronica memanyunkan bibirnya sedikit karena lagi-lagi harus menahan hasrat isengnya untuk menjahili Axel lagi. Tidak tahu apa ya kalau misalnya Veronica selalu sebal melihat kakaknya yang malas-malasan dan suka tidur sembarangan? Oke, Veronica sih tahu kalau kakaknya menderita penyakit apapun-itu-namanya tapi yang jelas itu penyakit membuat penampilan Axel memburuk dan yang lebih jelasnya lagi Veronica jadi hampir tidak ada waktu bersama kakaknya lagi. Bayangkan, coba, saat Veronica ingin main Axel malah tidur—dan ketika Axel bangun biasanya sifatnya suka menyebalkan, satu faktor yang membuat rasa isengnya membuncah. Dan kini mereka tengah ‘berkelana’ di jalanan Laliv—Papa yang tahu, Veronica sih tidak tahu ya, kalau Axel entahlah.

Penampilannya hari ini memang cukup kontras dengan hari-hari sebelumnya yang terlalu terbiasa dengan jaket—lalala, Veronica masih belum bisa bersahabat dengan udara Rusia, lho. Kemarin saja waktu ia sengaja membuka jaketnya meskipun didalam rumah dalam waktu satu jam saja sudah bersin-bersin parah. Yah semoga hari ini tidak—kalau sampai iya, salahkan sistem kekebalan tubuhnya, kalau begitu. NYAHAHA.

Apa karena ia lupa meminum susunya? (menengak sisa susu didalam botol minuman, memasuki Mihalovna Hotel)

Dan yang jelas hari ini Veronica harus lebih memperhatikan kesadaran Axel. Ini bakal lain ceritanya kalau Axel tidak mengidap penyakit tidur-sembarang-tempat. Barangkali ketika mereka masuk kedalam gedung hotel yang tidak Veronica perhatikan berapa tingkat—perhatian Veronica hari ini cuma buat Axel, titik—mereka bisa membicarakan beberapa hal yang mereka temukan sepanjang jalan Laliv. Termasuk binatang dengan ekor api yang ia temui sebelum memasuki hotel itu. Tangannya lagi-lagi menggandeng erat tangan kakaknya—satu cara yang diyakini Veronica dapat membuat Axel tidak terlelap lagi disampingnya. Aneh ya?

(lirik kanan-depan-kiri)

”Satu kamar berdua ya, oppa?” dan lagi ia mencolek pipi kakaknya yang lucu itu. Oke, Veronica memang sedang kangen dengan boneka beruangnya yang suka ia colek pipinya atau cubit tubuhnya—dan Axel jelmaannya WAKAKA—terlebih lagi rasa isengnya yang sudah membumbung keatas bak gunung api siap meletus kapan saja. ”A—ano.. Luxury Suite satu kamar tiga hari, please?” bahasa Inggrisnya hampir terpatah-patah, apa ini karena efek terlalu keseringan memakai bahasa Korea dan bukannya Inggris maupun Rusia hingga ngomong sampai sebegitu belibetnya ya? Ah sesuka Veronica deh. (ketawa nista)


OoC: Vero ngomong pake bahasa Inggris bahasaRusianyabelomlancar (roflmao)

Labels: , ,